Summary
Di Akademi Iblis yang hanya mengakui kekuatan dan kelicikan, seorang murid bermata rubah dikenal sebagai penjahat licik yang selalu bergerak di balik layar. Ia bukan pahlawan, bukan pula iblis paling kuat—namun setiap peristiwa besar selalu berakhir sesuai rencananya.
Dijauhi, dicurigai, dan ditakuti, sang villain justru memanfaatkan reputasinya sebagai senjata. Dengan kecerdasan ekstrem, strategi tanpa cela, dan kemampuan membaca situasi, ia mengendalikan akademi dari bayang-bayang.
Di dunia iblis yang brutal, kelicikan bisa menjadi kekuatan paling mematikan. Saat para jenius iblis saling bertarung secara terbuka, sang bermata rubah menulis akhir cerita dengan caranya sendiri.
Show more