Summary
Terlahir sebagai anak rakyat jelata tanpa bakat sihir, Shirone tumbuh di dunia yang membatasi masa depan seseorang berdasarkan status dan garis keturunan. Namun di balik keterbatasan itu, ia memiliki satu anugerah yang tak dimiliki siapa pun—pemahaman murni terhadap sihir.
Tanpa mentor, tanpa latar belakang bangsawan, Shirone menapaki jalannya sendiri. Ia mempelajari sihir bukan sebagai alat kekuasaan, melainkan sebagai hukum alam yang bisa dipahami dan dilampaui. Setiap batasan yang ada justru menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi.
Di akademi sihir yang kejam dan penuh diskriminasi, Shirone perlahan membuktikan bahwa bakat sejati tidak memiliki batas. Dari seorang anak biasa, ia berkembang menjadi penyihir yang berpotensi menembus konsep sihir itu sendiri—menuju keabadian pengetahuan yang tak terbatas.